Tuesday, February 10, 2015

Polemik Batu Cincin,Antara Syirik dan Sunnah !.

Polemik Batu Cincin,Antara Syirik dan Sunnah

Beberapa bulan terakhir ini ada fenomena yang unik dikalangan masyarakat, hampir disetiap sudut, kita akan menjumpai orang yang tengah asik menggosok batu dan membentuk batu cincin. Hampir disetiap kerumunan membicarakan mengenai batu cincin. Di luar dari iming-iming material yang menggiurkan ini menjadi fenomena yang unik. Saking uniknya semua kalangan terlibat dari anak-anak, pemuda, hingga usia lanjut.
Alasan mereka pun beragam mengenai Batu cincin, mulai dari sekedar asesoris belaka, investasi yang menguntungkan, hingga yang meyakini membawa faedah tersendiri yang sarat dengan mistik. Selain dari tampilannya yang menarik perhatian, dia juga dapat menambah rasa percya diri bagi penggunanya. Penggunaan Batu cincin tersebut pun beraneka ragam mulai dari yang ukurannya minimalis  hingga ukuran batu yang lumayan besar.

Dalam sejarah pun dikisahkan bahwa Rasulullah SAW, juga menggunakan cincin batu dan itu berarti menggunakannya merupakan sunnah. Lantas bagaimana hukumnya menggunakan batu dengan keyakinan bahwa batu tersebut mengandung kekuatan (Azimat) di dalamnya dan dapat diakasek bagi penggunanya?. Bukankah hal itu perilaku syirik dan dosa besar kerna meyakini bahwa benda tersebut dapat mendatangkan berkah?

Penggunaan batu cincin yang marak di Masyaraka Indonesia ini tidak boleh serta merta menjastifikasi bahwa penggunanya merupakan pelaku syirik. Sebab ada beberapa alasan masyarakat untuk menggunakannya, seperti yang dipaparkan sebelumnya. Yang jadi masalah adalah ketika penggunaan batu cincin ini diyakini dapat membawa keselamatan, kebahagiaan, dan mudarat bagi penggunanya. Keyakinan seperti ini telah melekatkan sifat-sifat Tuhan ke dalam sebuah batu, sehinnga hal ini akan menjurus pada perbuatan syirik yakni menduakan Tuhan.[HI]

Makassar, 10-Februari 2015
Herri Sitakka

No comments: