Lelah lidahku mengecap asma cinta
Di tengah kegersangan jiwa yang melanda
Biduk cinta tak seindah lagi namanya
Tak mampu untuk diterka dan diraba
Mungkinkah cinta sejati di dunia ini telah sirna
Dihempas nafsu keegoisan manusia semata
Seperti yang tergambar dalam sajak karya sastra
Dan tertulis di atas nisan perangkai kata
Andai jiwaku mampu terjaga
Bangkit dari tumpukan sia-sia asmara
Bermanja di hamparan palung sukmah
Berjelaga di antara remang senja
Lalu di manakah cinta itu kini berada
Mungkinkah dia tertidur dalam peraduan emasnya
Ataukah dia masih terjaga tapi enggan melihat tingkah manusia
Yang selalu bertingkah mengumbar kata atas nama cinta
Makassar, 02 Desember 2011
Di tengah kegersangan jiwa yang melanda
Biduk cinta tak seindah lagi namanya
Tak mampu untuk diterka dan diraba
Mungkinkah cinta sejati di dunia ini telah sirna
Dihempas nafsu keegoisan manusia semata
Seperti yang tergambar dalam sajak karya sastra
Dan tertulis di atas nisan perangkai kata
Andai jiwaku mampu terjaga
Bangkit dari tumpukan sia-sia asmara
Bermanja di hamparan palung sukmah
Berjelaga di antara remang senja
Lalu di manakah cinta itu kini berada
Mungkinkah dia tertidur dalam peraduan emasnya
Ataukah dia masih terjaga tapi enggan melihat tingkah manusia
Yang selalu bertingkah mengumbar kata atas nama cinta
Makassar, 02 Desember 2011
![]() |
| M. Akbar Kaimuddin |

No comments:
Post a Comment