Di sudut ruang yang kosong ini
Di sini ku merengkuh lutut dalam sepi
Hanya ada aku dan lagu sedih
yang ku tahu kini aku sendiri
Mata ini enggan berkedip
Meski bintang tak henti berkelip
Kehampaan erat merangkul
Kepedihan terasa memukul
Aliran darahku semakin deras
Kepala ini semakin Panas
Denyut nadiku semakin tak bernada
Sakit yang kurasa semakin menyiksa
Tangis di hati semakin menjadi
Batin ini semakin merintih
Pahit...pahit...pahit...
Perih...perih...perih...
Rontahan hati kian menggila
Namun bibir tak mampu bicara
Siapa sebab semua ini?
yang ku tahu kini aku sendiri
Di sini ku merengkuh lutut dalam sepi
Hanya ada aku dan lagu sedih
yang ku tahu kini aku sendiri
Mata ini enggan berkedip
Meski bintang tak henti berkelip
Kehampaan erat merangkul
Kepedihan terasa memukul
Aliran darahku semakin deras
Kepala ini semakin Panas
Denyut nadiku semakin tak bernada
Sakit yang kurasa semakin menyiksa
Tangis di hati semakin menjadi
Batin ini semakin merintih
Pahit...pahit...pahit...
Perih...perih...perih...
Rontahan hati kian menggila
Namun bibir tak mampu bicara
Siapa sebab semua ini?
yang ku tahu kini aku sendiri
Makassar, 05 Desember 2011
Nova Rulita

No comments:
Post a Comment