Saturday, April 2, 2016

Rasionalisasi Penerimaan Piala Adipura Kota Makassar 2013

Mendengar piala Adipura, yang akan terlintas dibenak kita adalah daerah/kota yang memiliki system menejemen yang mampu menciptakan lingkungan sehat dan bersih. Kota Makassar termasuk salah satu yang menerimah penghargaan piala Adipura tersebut pada tahun 2013. Masyarakat ketika itu merayakan dan menyambut dengan antusias perihal penghargaan tersebut. Tentunya bahwa kebanggaan tersebut akan bermuara pada pemkot. Pada saat itu, Ilham Arif Sirajuddin yang menjabat sebagai walikota Makassar. Hal ini menjadi kebanggan tersendiri bagi pak Ilham diakhir jabatannya tersebut. Namaun yang perlu digaris bawahi adalah pada saat itu, Pak Ilham mencalonkan diri menjadi calon Gubernur Sul-Sel.
           
 Kesempatan ini kita focus pada piala adipura, Apakah penghargaan tersebut merupakan penghargaan yang patut diterimah oleh masyarakat Makassar?, ataukah itu hanya pencitraan belaka yang dilakukan olah Pak ilham untuk memperoleh dukungan masyarakat dalam mencalonkan diri sebagai calon gubernu Sul-sel?.

Faktanya disejumlah titik Kota Makassar terdapat wilayah yang tidak mencerminkan lingkungan bersih dan sehat. Misalnya pada wilayah di sepanjang kanal tanggul patompo.
Tampak terlihat sampah yang berserakan di sepanjang kanal. Selain itu bau yang menyengat juga timbul. Dan saking banyaknya sampah, beberapa masyarakat menjadikan lahan pencarian nafkah, yakni mengambil sampah-sampah plastic dari kanal tersebut kemudian dijualnya.

Jika anda melintas di sepanjang Kanal Tanggul Patompo, perut anda akn mual mencium bauh tersebut. Namun bagi masyarakat setempat hal itu menjadi lumrah dan sepertinya antibody masyarakt sekitar telah menyesuaikan diri dan hal itu dianggap biasa-biasa saja.

Selain itu di sudut kota Makassar bagian selatan, yakni Kelurahan Barombong terlihat sampah yang berserakan di pinggir jalan. Hal itu membuat saluran irigasi air tersumbat dan membuat petani geram akan tindakan masyarakat yang tidak bertanggungjawab. Berikut adalah gambar refleksi kegeraman petani terhadap sampah yang menimbun saluran irigasi di pinggir jalan kelurahan Barombong.




Jika kita tinjau kasus gambar di atas tersebut melalui pendekatan rasional, bahwasanya yang menjadi penyebab mendasar adalah karena ketidak tersediaannya ton-ton sampah di wilayah tersebut. Sementara yang bertanggung jawab untuk menyiapkan ton-ton sampah  adalah pemerintah setempat yakni kelurahan.

Lantas hal ini membuktikan bahwa kota Makassar belum termasuk kota bersih dan sehat. Dan itu berarti bahwa kota Makassar belum berhak mendapatkan penghargaan piala Adipura!.

Makassar, 21-Juli  2014
Heri Sitakka








No comments: