Berjalan perlahan,
seiring hembusan angin malam,
menyelusuk kedalam ruang partikel-partiker
terkecil tubuhku
menggetarkan dada dalam spiral keheningan...
Bercengkrama seorang diri tentang makna yg
terhijab
mengintip dan mengintip berharap tersibak cahaya
yang menghangatkan seiring terbitnya mentari di
ujung timur.
Pertanyaan-pertanyaan mulai menampakkan diri
dihadapanku
menuntut jawaban dariku
dan aku terhenyak dalam diamku
sungguh kutak mampu menjawab,
sungguh aku tak tahu apa-apa
kecuali satu bahwa Dia-lah yang mampu
menjawabnya....[HS]
No comments:
Post a Comment