Kata, salah satu sumber makna
Dari kata, dapat mengetahui maksud
Dan maksud merupakan produk pikiran
Dan pikira pikiran menjadi symbol eksistensi kedirian manusia
Penyair berkata;
Jika kata tak lagi bermakna
Maka sangat bijak memilih diam
Jika diam adalah emas
Maka ber-kata adalah mutiara
Namun ilmu mantik mengatakan;
Kata adalah rangkaian sebab-akibat
Merenung untuknya adalah kekayaan ilmu
Sebab tabiat perenungan adalah
menelanjani
Hingga Nampak wujud tanpa kepalsuan.
Perselisihan makna yang terucap
Merupakan perbedaan dalam batasan
Layaknya bawang merah yang berlapis-lapis
Dari zaman yunani tempodoloe
Ilmu mantik telah diperbincangkan hingga saat ini
Hasilnya pun terlihat jelas
Tokoh besar yang mengambil
peran dalam peradaban manusia
Adalah yang mahir dan matang dalam ilmu mantik
Penyair penuh sadar berkata;
Sungguh, derap langah kami
Tak akan sampai ke altar suci-Mu
Sungguh, uluran tangan-tangan kami
Tak akan mampu menggapai tali kesucian-Mu
Sungguh, hijab-hijab syahwat dan kelalaian
Telah menutupi pandangan kami dari melihat keindahan-Mu yang maha
indah
Sungguh, tabir-tabir tebal
Cinta dunia dan perilaku setan kami
Telah menjadikan kalbu-kalbu ini
Lalai dari menghadap ke Agungan-Mu
Sungguh, jalan akhirat sangatlah licin
Dan jalan kemanusiaan sangatlah tajam
Sementara diri yang mengenaskan ini
Terjerat dalam sarang laba-laba pikiran dan renungan tak berarti
Sungguh, kami kebingungan
Bagaikan ulat suterah yang
terus memintal buhulan syahwat dan angan-angan
Hingga kami terjerat sendiri di dalamnya.
Inilah aku
Yang sangat jauh dari alam goib dan gelanggang kesucian-Mu
Hanya harapan yang
senantiasa bersamaku
Berharap menemukan secercah cahaya Ilahi yang akan menerangi mata-hati ini…
Dengan begitu, aku dapat berjalan menuju sisi-Nya
Dengan perjalanan yang goib.
Bonto Tanga, 15- November-2014

No comments:
Post a Comment