Dunia ini,
dalam semua keadaannya seperti ruangan kelas tempat kita belajar di madrasah ilahiah.
Entah kita berada dikelas berapa, ketua kelasnya siapa, wali kelasnya siapa.
Mungkin ada yang cuma tahu kepala madrasahnya saja, wali kelasnya,
ketua kelasnya bahkan teman-teman kelasnya ia tak tahu.
Tapi ada yangg tahu seluruhnya,
sebagian atau tdk tahu sama sekali.
Yang jelas pada akhirnya pencapaian tujuan akan tersingkap.
Wisudawan madrasah ilahiah akan digelar.
Jubah putih tak berjahit akan disandang.
Syarat kecakapan ilahiah akan dipentaskan,
menguji kemampuan setiap murid dari pengetahuan dasar tentang pemilik madrasah,
arah madrasah, buku pokok pelajaran di madrasah,
kepala madrasah hingga seluruh aktifitas selaku murid kelas berapa ia selesai.
Sekolah pun berlanjut apakah kita layak ke Universitas atau
hanya tinggal sebagai pemburu kerja yang menyesali diri tidak bersekolah dengan baik.
Entahlah, wallahu 'alam...
Saya ingin mengutip perkataan Rumi,
mungkin bermanfaat buat kisi-kisi pelajaran di madrasah ini;
"Duka lara,adalah harta.
Penyakit yang kau derita dan segala kesulitan yang kau hadapi juga adalah harta.
Duka adalah angin rahmat yang berhembus pada cermin hati
untuk membersihkan debu yang menempel.
Apakah pantas kau menangisi semua duka dan derita,
jika benar hatimu terpaut pada tujuan....
Terima kasih bagi kawan yang membacanya. Salam.
dalam semua keadaannya seperti ruangan kelas tempat kita belajar di madrasah ilahiah.
Entah kita berada dikelas berapa, ketua kelasnya siapa, wali kelasnya siapa.
Mungkin ada yang cuma tahu kepala madrasahnya saja, wali kelasnya,
ketua kelasnya bahkan teman-teman kelasnya ia tak tahu.
Tapi ada yangg tahu seluruhnya,
sebagian atau tdk tahu sama sekali.
Yang jelas pada akhirnya pencapaian tujuan akan tersingkap.
Wisudawan madrasah ilahiah akan digelar.
Jubah putih tak berjahit akan disandang.
Syarat kecakapan ilahiah akan dipentaskan,
menguji kemampuan setiap murid dari pengetahuan dasar tentang pemilik madrasah,
arah madrasah, buku pokok pelajaran di madrasah,
kepala madrasah hingga seluruh aktifitas selaku murid kelas berapa ia selesai.
Sekolah pun berlanjut apakah kita layak ke Universitas atau
hanya tinggal sebagai pemburu kerja yang menyesali diri tidak bersekolah dengan baik.
Entahlah, wallahu 'alam...
Saya ingin mengutip perkataan Rumi,
mungkin bermanfaat buat kisi-kisi pelajaran di madrasah ini;
"Duka lara,adalah harta.
Penyakit yang kau derita dan segala kesulitan yang kau hadapi juga adalah harta.
Duka adalah angin rahmat yang berhembus pada cermin hati
untuk membersihkan debu yang menempel.
Apakah pantas kau menangisi semua duka dan derita,
jika benar hatimu terpaut pada tujuan....
Terima kasih bagi kawan yang membacanya. Salam.
No comments:
Post a Comment